Kronologi Pembunuhan Siswi SMP
[www.AnakAjamu.com] Kronologi Pembunuhan Siswi SMP - Pihak Polres Labuhanbatu, Jumat (10/5) malam, berhasil mengamankan Viki Mahendra Tarigan alias Viki (16), tersangka pelaku pembunuh pacarnya Yeni Desiyanti alias Yeni (15), siswi
kelas IX SMP Negeri 1 Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labura yang
ditemukan tewas di kebun sawit milik CV Beringin di Desa Bandar Lama
Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labura, Jumat (10/5) sore. Berikut kronologi aksi pembunuhan yang dilakukan tersangka versi pihak kepolisian ;
Rabu (8/5) pukul 13.30 WIB
sumber : www.AnakAjamu.com | Terkini-Online
Rabu (8/5) pukul 13.30 WIB
Korban Yeni mengirim SMS kepada pelaku dengan kata-kata : “Aku hamil,,,kau harus tanggung jawab”
Pelaku : “bah,,,kau hamil siapa yang narok”
Korban : “jangan banyak bacot (cerita-red), kau harus tanggungjawab,, aku gak mau tau”
Pelaku : “Kau kenapa ngancam ngancam, aku gak mau tanggungjawab orangtuaku gak sanggup dia penyakitan”
Kamis (9/5) pukul 09.00 WIB
Ibu pelaku mendapat telepon dari korban untuk meminta pertanggungjawaban. Korban yang baru bangun tidur langsung dimarahi ibunya
Kamis (9/5) pukul 15.00 WIB
Korban dan pelaku membuat janji bertemu untuk membicarakan kehamilan korban melalui pesan singkat (SMS).
Kamis (9/5) pukul 20.00 WIB
Korban
mengendarai sepeda motor Supra X 125 BK 444 menjemput rekannya Alfi
Sahri Sarumpaet di Desa Damuli Pekan Kecamatan Kualuh Selatan.
Sebelumnya, tersangka singgah di sebuah apotik membeli sebuah racun
serangga yang diminta korban untuk diminum jika pelaku tak ingin
bertanggungjawab.
Kamis (9/5) pukul 20.30 WIB
Pelaku bersama rekannya menjemput korban dari belakang rumahnya di Dusun III Kampung Durian Desa Bandar Lama Kecamatan Kualuh Selatan. Mereka kemudian berbonceng tiga menuju kebun sawit milik CV Beringin di Desa Bandar Lama Kecamatan Kualuh Selatan.
Kamis (9/5) pukul 20.45 WIB
Ketiganya
menghentikan laju sepeda motor di persimpangan perkebunan kelapa sawit
CV Beringin di Desa Bandar Lama. Di simpang itu, pelaku dan korban
meninggalkan Alfi Sahri Sarumpaet. Sementara sepasang kekasih itu dengan
mengendarai sepeda motor masuk ke dalam areal kebun yang sepi, berniat
membicarakan kehamilan korban.
Kamis (9/5) pukul 20.50 WIB
Korban
dan pelaku bertengkar di kebun sawit. Korban mendesak pelaku
bertanggungjawab. Namun pelaku menolak dengan alasan meragukan benih
yang dikandung korban bukanlah anaknya. Saat itu, korban langsung
meminta racun serangga yang sempat ia pesan. Seketika itu, tersangka
langsung mengambil racun serangga yang telah disiapkan dari dalam bagasi
sepeda motor. Tanpa pikir panjang, korban langsung menyemprotkan 5 kali
racun itu ke mulutnya. Sesaat kemudian, korban langsung oyong dan
pusing. Namun keduanya masih terus bertengkar, hingga korban mencoba
memukul pelaku dengan obeng yang dia ambil dari dalam bagasi sepeda
motor. Tapi obeng tersebut berhasil di rebut pelaku dari tangan korban,
dan langsung menikamkan obeng tersebut kebagian leher bawah rahang
sebelah kanan korban senyak 3 kali. Korbanpun langsung jatuh ke tanah.
Belum puas, korban kembali menikamkan obeng tersebut ke bagian perut
korban sebanyak 2 kali, hingga korban tewas.
Kamis (9/5) pukul 21.30 WIB
Rekan
tersangka, Alfi Sahri Sarumpaet mendatangi korban dan terkejut melihat
Yeni sudah tergeletak tidak bernyawa. Keduanya langsung pergi
meninggalkan kebun sawit tersebut. Sementara obeng yang digunakan
menghabisi nyawa korban dibuang tak jauh dari jenazah korbansumber : www.AnakAjamu.com | Terkini-Online

